Rabu, 13 Mei 2015

KulTwit ust @Hafidhuddin : Hikmah Isro' Mi'roj

Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat beraktivitas. Semoga Allah memberikan karunia & rahmat-Nya kpd kita semua.

Kemarin, 27 Rajab 1432 H, btepatan dgn hari #isra'mi'raj, slh 1 peristiwa penting. Insya Allah, saya akan kultwit ttg hikmah #isramiraj (baca: isra' mi'raj) bbrp saat lg.

1. "Maha Suci Allah, yg tlh mperjalankan hamba-Nya pd suatu mlm dr Masjidil Haram k Masjidil Aqsha.." (17:1) #isramiraj

2. "..yg tlh Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kpdnya sbagian dr tanda2 (kebesaran) Kami." (17:1) #isramiraj

3. "Sesungguhnya Dia adlh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (17:1) #isramiraj

4. Terdapat 4 pelajaran penting (hikmah) dr peristiwa #isramiraj yg dpt kita ambil.

5. Pertama, peristiwa #isramiraj a mu'jizat terbesar kedua yg diterima Rasulullah saw stlh Al-Quran.

6. Krn itu, kita sikapi dgn iman (keyakinan) bhw peristiwa itu bnr2 terjadi. #isramiraj

7. Apalagi QS 17:1 dimulai dgn kalimat tasbih yg mnunjukkan kekaguman akan peristiwa yg agung. #isramiraj

8. Kedua, kt hrs mperkuat keimanan bhw Allah swt Maha Kuasa u melakukan ap yg dikehendaki-Nya, tmsk memperjlnkn hamba pilihan-Nya. #isramiraj

9. "..Dan Allah mnentukan siapa yg dkehendakiNya (u diberi) rahmatNya (kenabian)&Allah mpunyai karunia yg besar." (2:105) #isramiraj

10. Manusia yg dipilih-Nya a manusia yg mmiliki kebersihan hati&pikiran,akhlak mulia,&ksh syg kpd sesama. #isramiraj

11. Para Nabi&Rasul Allah, semuanya memiliki sifat & karakter tsb. #isramiraj

12. Ketiga, peristiwa #isramiraj tjadi pd malam hari yg berarti kekhusyuan, 
kesyahduan, & ketenangan hati.

13. Byk ibadah yg diperintahkan dilakukan pd malam hari spt shalat witir, tahajjud, tarawih, dll. #isramiraj

14. "Dan pd sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah km sbg suatu ibadah tmbhn bagimu.." (17:79) #isramiraj

15. "..mudah2an Tuhan-mu mengangkat kamu k tempat yg terpuji." (17:79) #isramiraj

16. "Sesungguhnya bangun d waktu mlm hari a lbh tepat (u khusyuk) & bacaan di wktu itu lbh berkesan." (73:6) #isramiraj

17. Keempat, masjid mrpkn sumber kebaikan & kebangkitan umat. #isramiraj

18. Allah memerintahkan u memakmurkan masjid dgn kegiatan yg bermanfaat. #isramiraj

19. "Hanyalah yg memakmurkan masjid2 Allah ialah org2 yg beriman kpd Allah d hari kemudian.." (9:18) #isramiraj

20. "..serta ttp mndirikan shalat,mnunaikan zakat,&tdk takut (kpd siapapun) slain kpd Allah.." (9:18) #isramiraj

21. "Maka mrklah org2 yg diharapkn tmsk golongan org2 yg mendapat petunjuk." (9:18) #isramiraj

22. Pelajaran terakhir, shalat 5 waktu a slh satu hasil dr mi'raj Rasulullah saw. #isramiraj

23. Ktinggian derajat ibadah shalat adlh: 1.Mi'raj org2 yg beriman, 2.Tiang agama, 3.Pembeda muslim dgn non-muslim.. #isramiraj

24. 4.Tempat kita memohon pertolongan kpd Allah swt. #isramiraj

25. "Shalat a tiang agama. Brgsiapa yg mengerjakannya dgn baik,mk dia menegakkan agama.." (Al-Hadist)

26. "Brg siapa yg meninggalkannya (shalat), mk dia menghancurkan agama." (Al-hadist) #isramiraj

27. "Dan mohonlah pertolongan kpd Allah dgn sabar dan shalat.." (2:45) #isramiraj

28. "Dan (shalat) itu sungguh berat,kec bagi orang2 yg khusyuk." (2:45) #isramiraj

29. Demikian kultwit hikmah #isramiraj semoga kt dpt mngambil pelajaran. Smga bermanfaat. Amin.


Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin
Ketua Umum BAZNAS, Guru Besar IPB, Direktur Pascasarjana UIKA Bogor, Dewan Syariah Nasional MUI, dan Sekjen World Zakat Forum.

Selasa, 30 Desember 2014

Ayah, Hadirlah untuk Anakmu di 7 Waktu Ini!

Written By Akhina com on Kamis, 25 Desember 2014 | 14.50

Sample Image
AKHINA.com - Dalam sebuah hadits, Rasulullah Muhammad SAW pernah bersabda, “Seorang ayah yang mendidik anak-anaknya adalah lebih baik daripada bersedekah sebesar 1 sa’ di jalan Allah.”
Nabi pun mencontohkan, bahkan ketika beliau sedang disibukkan dengan urusan menghadap Allah SWT (shalat), beliau tidak menyuruh orang lain (atau kaum perempuan) untuk menjaga kedua cucunya yang masih kanak-kanak, Hasan dan Husain. Bagi Nabi, setiap waktu yang dilalui bersama kedua cucunya adalah kesempatan untuk mendidik, termasuk ketika beliau sedang shalat. 
Saat ini banyak keluarga di Indonesia yang kehilangan figur ayah. Ayah sudah berangkat kerja saat pagi buta, ketika si kecil masih tidur. Ketika ayah pulang malam hari, sering kali anak sudah tertidur.
“Tak heran jika anak ditanya, 'Bagaimana ayahmu?', jawabnya, 'Auk, ah gelap'. Karena memang mereka hanya bertemu waktu gelap, saat dini hari dan tengah malam,” kata Bendri Jaisyurahman, salah satu penggagas Komunitas Sahabat Ayah. 
Minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan membuat anak mengalami beberapa masalah psikologis. Di antaranya, anak yang rendah harga dirinya, anak laki-laki yang cenderung feminin dan anak perempuan yang cenderung tomboy, anak yang lambat dalam mengambil keputusan, serta anak yang cenderung reaktif. Termasuk juga, maraknya generasi alay.
Lalu bagaimana idealnya peran seorang ayah dalam pendidikan anak? Menurut Bendri setidaknya ada 7 waktu yang perlu diluangkan ayah untuk anaknya.
1. Pagi hari
Ayah bisa memulai dengan membangunkan anak. Luangkan 5 menit untuk bermain atau mendengar cerita anak mengenai mimpinya.
2. Siang hari
Luangkan 5 menit saja untuk menelepon anak di siang hari. Mulailah dengan cerita ringan mengenai aktivitas ayah di kantor dan pancing anak untuk bercerita mengenai kegiatannya hari itu.
3. Malam hari
Sediakan waktu untuk bermain serta mendengar cerita anak mengenai aktivitasnya seharian. Beri komentar dan arahkan anak secara positif. Malam hari merupakan waktu yang efektif untuk menanamkan budi pekerti dan sikap-sikap yang baik.
4. Liburan
Saat hari libur, ayah bisa secara total melakukan aktivitas bersama anak. Tidak harus pergi berlibur, bisa juga dengan mencuci mobil bersama, memancing, pergi ke toko buku. Aktivitas tersebut akan menciptakan ikatan yang kuat antara ayah dan anak.
5. Di kendaraan
Saat mengantar anak ke sekolah atau ke tempat lain, terutama jika menggunakan mobil, tersedia kesempatan untuk ngobrol dengan buah hati. Selipkan nasihat, misalnya mengenai pentingnya berkendara dengan santun, menghormati hak orang lain, mengikuti aturan lalu lintas, dan lain-lain.
6. Saat anak sedih
Saat anak mengalami kesedihan, ia membutuhkan tempat untuk curhat dan menyampaikan keresahan hatinya. Jika ayah mampu hadir dalam situasi ini, anak tidak akan melabuhkan kepercayaan pada orang yang salah. Karena pahlawan bagi anak adalah mereka yang ada di dekat mereka, menghibur, mendukung dan menguatkan ketika mereka sedih dan mengalami masalah.
7. Saat anak unjuk prestasi
Luangkan waktu untuk hadir saat anak mengikuti lomba atau tampil di panggung. Kehadiran ayah dan ibu dalam momen itu merupakan bentuk pengakuan akan kemampuan anak. Tepuk tangan, foto, dan rekaman yang dibuat ayah atau ibu akan menjadi kenangan yang terus mereka bawa hingga besar nanti.
Hal yang perlu diperhatikan, anak tidak hanya butuh ayah, namun juga ibu. Sebagaimana pepatah Arab, al-umm madrasatun, ibu adalah sekolah bagi anak. Maka, ayah kepala sekolahnya. Ayahlah yang bertanggung jawab agar 'sekolah' tersebut berjalan dengan baik dengan menyediakan sarana dan prasarana, mengambil peran, serta membuat instrumen evaluasi. Sedangkan ibu menjadi sumber ilmu, hikmah, dan inspirasi bagi anak dalam proses tumbuh dan berkembang.
Jika masing-masing fungsi tersebut tidak dijalankan dengan baik, pengasuhan anak akan menjadi 'pincang'. Minimnya keterlibatan ayah, membuat anak cenderung penakut dan lambat mengambil keputusan. Sementara jika peran ibu yang hilang dalam rumah tangga, anak cenderung mengedepankan logika, tapi tidak memiliki kepekaan. [ummi-online.com]

Jumat, 03 Oktober 2014

Renungan Kecil di Hari Arafah



Renungan Kecil di Hari Arafah

Haji adalah Arafah...
Arafah adalah Hari Perenungan...
Sebuah perenungan tentang Sang Khalik...
Sebuah perenungan tentang untuk apa kita diciptakan...

Arafah adalah sebuah potret kecil tentang Mahsyar...
Mahsyar adalah sebuah hari dimana manusia akan ditimbang kadar Al-Haq dalam dirinya...
Mahsyar adalah sebuah hari yang sangat terik yang tidak ada penghalang atasnya...
Mahsyar adalah sebuah hari yang mencekam dimana manusia ditimpa resah dan gelisah...
Kegelisahan yang teramat sangat karena Mahsyar adalah hari penantian tentang nasib manusia apakah ia akan masuk surga atau neraka...

Mahsyar adalah sebuah hari penyesalan...
Sebuah penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan dharma untuk apa ia dicipta...
Sebuah penyesalan karena manusia lalai untuk beramal shaleh semasa hidup di alam dunia...
Sedemikian dahsyatnya Mahsyar, sehingga manusia kelak akan mencari perlindungan walau hanya pada sebutir kurma yang pernah ia sedekahkan...

Maka, beruntunglah mereka yang Allah beri naungan dari dahsyatnya alam Mahsyar...
Mereka adalah pemimpin yang adil...
Para pemuda yang hatinya tertambat kepada masjid...
Manusia yang bersahabat karena Allah...
Manusia yang bersedekah dengan tangan kanannya tanpa harus diketahui oleh tangan kirinya...
Manusia yang menolak perbuatan keji karena takut akan Tuhannya...
Manusia yang tekun ibadahnya seraya berlinang air mata ketika ia berdzikir semata karena takut akan Tuhannya...

Selamat Hari Arafah sahabat-sahabatku...
Semoga Allah mengampuni kehinaan dan kebodohan kita...
Semoga Allah selalu menjadikan kita orang yang rendah hati di setiap langkah kaki di bumi ini...
Semoga Allah meneguhkan iman dan Islam kita...
Mengganti tangisan kita dengan senyuman...
Luka derita dengan kebahagiaan...
Kesempitan rezeki dengan kelapangan...
Kesesatan dengan petunjuk...
Penyakit dengan kesembuhan...
Kesulitan dengan kemudahan...


(Hendra Muis)

Kamis, 17 Juli 2014

Fungsi Al-Quran adalah sebagai "HUDAN" (solusi dalam kehidupan)

Kamis, 17 Juli 2014 

from : piyungan

Masjid Al-Barkah Kota Bekasi

Twit @syaikhu_ahmad 
(Wakil Walikota Bekasi)

1. Penceramah Nuzulul Qur'an di Masjid Al-Barkah Kota Bekasi seorang ustadz muda, KH. Adi Hidayat, Lc, MA yang pernah bermukim di 5 negara Timur Tengah.

2. Ahli Al-Quran adalah mrk yg mcintai Al-Quran, mhidupkan Qur'an, yg mkaji Al-quran, yg mbaca Al-Quran dan yg mhafal Al-Quran.

3. Ahli Qur'an adalah Ahlullah dan orang memiliki keistimewaan di sisi Allah SWT.

4. Dalam Hadits Riwayat Attirmidzi no 2910 "siapa yg membaca satu huruf Al-quran akan dibalas dengan 10 kebaikan."

5. Jika umaronya ahli Quran, ulamanya Ahli Quran dan masyarakatnya ahli Quran, smg Allah membuka keberkahan pd Kota Bekasi.

6. Ktk Allah sandingkan kata AlQuran dan Ramadhan pd 2/185 menunjukkan bahwa kemuliaan Ramadhan adl Allah turunkan Al-Quran.

7. Dalam bulan Ramadhan Allah tanamkan taufik ke setiap hati orang yg beriman untuk mendekat kpd Al-Quran.

8. Kalimat "Nuzulul Quran" berasal dari dua kata "nuzul" sering diartikan turun dan "Al-Quran" yg berarti turunnya Al-Quran.

9. Kata "nuzul" sendiri adalah isim masdar yg berasal dr nazala yunzilu inzalan nuzul ( نزل. ينزل ), atau dr nazzala yunazzilu tanzilan nuzul.

10. "Anzala" berarti turun sekaligus tanpa adanya proses, sedangkan "Nazzala" berarti turun dg proses.

11. Dlm QS 3/3 menyebut Al-Quran dg kata nazzala (bertahap) sedangkan menyebut Taurat & Injil dg kata anzala (turun sekaligus).

12. Dlm QS 97/1 turunnya Al-Quran dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) turun sekaligus.

13. Al-Quran turun dlm 2 proses. dr Lauhul Mahfudz ke langit dunia sekaligus. Dari langit dunia kpd Nabi Muhammad bertahap.

14. Yang akan didalami (dlm kajian) malam ini adalah turunnya Al-Quran dr Langit dunia kepada Nabi Muhammad saw.

15. Referensinya adalah kitab Irsyadu muminin fi sirah sayyidil mursalin maas shahabati wattabiin karya KH. Hasyim Asyari.

16. Pd usia 40 th Nabi senang bertahannuts ke Goa Hiro (5 km utara Makkah) yg harus melewat 5 bukit dengan berjalan kaki.

17. Dipilihnya goa Hiro krn goa ini adalah satu2nya goa yang seluruh batunya langsung mengarah ke kiblat (kabah).

18. Di goa Hiro Rasulullah mendekatkan diri kpd Allah ke arah kiblat yg benar sambil melihat bgmn keadaan umatnya di Makkah.

19. Pemilihan goa hiro adalah pesan bahwa mendekatkan diri kepada Allah bukanlah perkara yang mudah tetapi sesuatu yg sulit.

20. Di Palestina walau hujan peluru ttp shalat jamaah ke masjid. Ttp kadang kita hujan sedikit saja sdh tdk ke masjid.

21. Jadi, dimanapun kita berada, harus mampu mendekatkan diri kpd Allah.

22. Jika ingin mendekatkan diri kepada Allah harus dilakukan karena Allah (Iqro bismi robbika alladzi kholaq).

23. Fungsi Al-Quran adalah sebagai HUDAN (solusi dalam kehidupan).

24. QS 2/45 kita diminta memohon pertolongan kpd Allah dg sabar dan shalat.

25. Jadi, jika ada masalah di jalan, di kantor, di pemerintahan dll mohon mudahkan dg cepat penyelesaiannya.

26. Itu sebabnya, kita perlu memahami kandungan surat2 yg kita baca dlm shalat.

27. Sebelum shalat, kita juga perlu mencatat dulu persoalan2 yg kita hadapi dan temukan solusinya dalam Al-Quran.

28. Misal, yang punya persoalan di kantornya, setelah alfatihah bca QS17/79.

29. Punya persoalan, nggak sulit2 amat tp kerjaannya datang lagi datang lagi, setelah alfatihah baca surah al-insyirah.

30. Jika ada persoalan di rumah tangga, setelah baca alfatihah baca QS Annisa : 19.

31. Punya anak sedang menghadapi ujian sekolah, setelah alfatihah baca QS9/122.

32. Ingin punya anak shalih, setelah alfatihah baca QS Luqman 13-19.

33. Yang menjadi persoalan, kita tidak tahu letak ayat Al-Quran yang menjadi solusi masalah hidup kita.

34. Peringatan Nuzulul Quran bukanlah seremonial/formalitas tetapi untuk menghayati sebagaimana Al-Quran datang kepada Nabi saw.

35. Kita hrs berinteraksi dg Al-Quran, bkn sekedar membaca tp menemukan rahasia2 solusi hidup yg ada di dalmnya.

37. Saya kira itu yg dpt saya tangkap dr uraian hikmah Nuzulul Quran tadi malam. Jazakumullahu khairan Ustadz KH. Adi Hidayat, Lc, MA.

Panen Kurma di Masjid Al-Barkah Kota Bekasi    

Jumat, 16 Mei 2014

Mensyukuri Nikmat Waktu

Jumat, 16 Mei 2014


Oleh Aa Gym

Segala puji milik Allah Swt. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Saw.

"Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling nasehat-menasehati dalam menetapi kebenaran dan nasehat-menasehati dalam menetapi kesabaran." (QS. AI ‘Ashr [103]:1-3).

Saudaraku, waktu adalah karunia yang sangat berharga. Betapa pentingnya waktu hingga Allah Swt. bersumpah dalam AI Quran, “Wal 'Ashri (Demi waktu)", “Wadh Dhuha (Demi waktu dhuha)", "Wal Lail (Demi waktu malam)".

Waktu adalah modal yang sangat besar untuk hidup kita. Setiap orang di dunia ini mendapatkan modal yang sama yaitu 24 jam sehari, 168 jam seminggu, 672 jam sebulan, dan seterusnya. Akan tetapi, mengapa kemudian ada orang yang sukses dan ada yang tertinggal, ada yang beruntung ada dan ada yang merugi?

Mari kita simak keteladanan yang ditunjukkan oleh suri teladan kita Rasulullah Saw., para sahabat dan generasi setelahnya. Rasulullah Saw. dalam tempo 23 tahun mampu membawa Islam menjadi peradaban besar di dunia, hingga sekarang dan masa yang akan datang. Insya Allah.

Beliau juga mengikuti 80 peperangan dalam kurun waktu 10 tahun dalam rangka membela Islam. Dalam waktu-waktu tersebut beliau juga sukses memberikan contoh bagaimana menyayangi sesama dan menjadi pemimpin yang adil lagi bijaksana.

Zaid bin Tsabit ra. bisa menguasai bahasa Parsi hanya dalam waktu dua bulan saja. Kemudian beliau dipercaya sebagai sekretaris Rasulullah Saw. dan penghimpun ayat-ayat Al Quran dalam sebuah mushaf. Sedangkan Abu Hurairah ra. masuk Islam dalam usia 60 tahun, dan ketika wafat di usia 80 tahun beliau telah menghafal 5.374 hadits secara akurat. Beliau adalah sahabat yang paling banyak menghafal hadits.

Masih banyak contoh-contoh lainnya selain ketiga contoh tersebut di atas, contoh-contoh yang memperlihatkan bagaimana seseorang memanfaatkan waktunya sebaik mungkin. Sehingga tak heran jika dalam kehidupan sehari-hari kita melihat ada orang yang sukses dalam bisnisnya, ada juga yang tidak. Ada yang berprestasi di sekolahnya, ada juga yang tidak. Ada yang mampu menambah hafalan surat-surat dalam Al Quran, dan ada yang tetap saja malah berkurang karena lupa.

Mengapa hal itu terjadi? Tiada lain adalah karena waktu yang dimiliki manusia itu sama, namun cara menggunakannya yang berbeda. Ada yang menggunakannya sebaik mungkin. Ini adalah wujud rasa syukur atas nikmat waktu yang diberikan Allah Swt. Ada juga yang menggunakan waktu seenaknya saja, dan ini adalah wujud dari mengkufuri nikmat waktu. Sedangkan barangsiapa yang mengkufuri nikmat Allah, maka ia sama saja dengan mencelakai dirinya sendiri.

Karena Allah Swt. berfirman, “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepada kalian. Dan jika kalian mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya adzab-Ku amat pedih." (QS. Ibrahim [14]: 7).

Sedangkan Rasulullah Saw sudah mengingatkan kita bahwa nikmat waktu ini seringkali dilupakan oleh manusia. Dalam haditsnya beliau bersabda, “Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh sebagian besar manusia adalah nikmat sehat dan nikmat waktu luang”. (HR. Bukhari dan Ibnu Majah).

Orang yang memanfaatkan waktu sebaik mungkin akan beruntung baik di dunia maupun di akhirat. Mengapa? Bayangkan, jika dalam perlombaan balap sepeda, si X berhasil mengayuh dua putaran setiap detik, sedangkan si Y satu putaran setiap detik. Maka, dengan meyakinkan si X yang akan menjadi juara, karena pada detik yang sama ia dapat berbuat lebih banyak daripada si Y. Ini baru dalam urusan dunia.

Bayangkan juga jika si X senantiasa menunaikan shalat di awal waktu, tidak ketinggalan ia menunaikan juga shalat sunnah dan tilawah. Ia juga menyempatkan diri menunaikan dhuha di waktu pagi dan tahajud di malam hari. Ia pun tetap bekerja normal sebagaimana manusia lainnya. Sedangkan si Y berleha-leha. Lebih banyak santai, belanja, nonton dan ngobrol tak karuan. Manakah yang akan beruntung di akhirat kelak? Tentulah si X.

Kerugian orang-orang yang lalai akan semakin bertambah karena waktu yang telah ia lewati tidak akan pernah kembali. Orang yang beruntung akan sangat bersyukur, dan orang yang rugi akan sangat menyesal. Sedangkan penyesalan tak akan mengubah keadaan.

Oleh karena itulah Rasulullah Saw. bersabda, “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara, [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim).

Saudaraku,mari kita tafakuri hal ini. Renungkanlah bagaimana waktu yang sudah kita lalui. Sudahkah kita mengisinya dengan hal-hal bermanfaat sebagai wujud syukur kita kepada Allah Swt.? Ataukah malah sebaliknya, berlalu begitu saja secara sia-sia?

Renungkanlah dan waktu saat ini dan yang akan datang dengan mengkuatkan tekad bahwa kita akan mengisinya dengan hal-hal yang akan semakin mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Semoga kita tergolong orang-orang yang beruntung di dunia, juga di akhirat. Amiin ya Rabbal ‘Alamin.[*]

*sumber: inilah

Minggu, 14 Juli 2013

Kabar Gembira dan Sebuah Bata

Masih hening sukma-sukma dalam renungan atas keagungan doa Ibrahim ‘Alaihis Salam, ketika Sang Nabi, mentari di hati para sahabatnya itu kembali bersabda, “Dan aku adalah kabar gembira yang dibawa oleh ‘Isa ‘Alaihis Salam.”
“Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab [yang turun] sebelumku, yaitu Taurat. Dan memberi kabar gembira dengan [datangnya] seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad..” (QS Ash Shaff [61]: 6)
Memang engkau ya RasulaLlah, adalah kabar gembira. Nubuat tentangmu dikabarkan para Nabi sebelummu dengan berseri-seri penuh  kesyukuran. Mereka menyebut Himdah, Periklitos, Bar Nasha, Adonis, Maitreya, dan semua sanjungan tentang risalah yang akan memenuhi ufuk, dari tempat terbit mentari hingga terbenamnya.
Engkaulah imam bagi mereka dalam shalat yang ditunaikan di Masjidil Aqsha nan suci, beberapa saat jelang keberangkatanmu bermi’raj ke haribaan Ilahi. Engkaulah yang disambut Adam, Yahya serta ’Isa, Yusuf, Idris, Harun, Musa, dan Ibrahim di tiap lapis langit dengan doa yang mesra. Engkaulah penutup, bagi matarantai terhubungnya bumi dengan langit.
Segala keutamaanmu adalah kesempurnaan. Dan kerendahan hatimu pada mereka menjadikan kemuliaan dirimu tak tergapai oleh seorang makhluqpun. Inilah kami menitikkan  airmata, saat Imam Al Bukhari membawakan riwayat berisi permisalan yang kaubuat tentang dirimu dengan para Nabi yang memancangkan tapak-tapak Tauhid sebelum engkau dibangkitkan.
“Perumpamaan antara aku dengan para Nabi yang diutus sebelumku”, ungkapmu, “Adalah seperti orang yang membangun sebuah rumah lalu membaguskan dan memperindahnya. Hingga tersisa sebuah labinah, ceruk di mana satu batu-bata belum terpasang pada dinding samping rumah tersebut. Maka orang-orang pun mengelilingi dan mengaguminya seraya berkata, ‘Duh, betapa baiknya jika batu-bata terakhir dipasang pada tempatnya agar rumah ini sempurna.” Akulah batu bata terakhir itu. Akulah penutup para Nabi.”
Inilah kami, ummatmu yang berbahagia dengan kehadiranmu nan rendah hati. Yang menyebut keakuan hanya sebagai sesudut batu di rumah yang indah. Yang memandang diri cuma bak sebatang bata penggenap sempurnanya sebuah bangunan.
“Rabbku mengajariku Adab”, lagi-lagi kau bertawadhu’ bahwa semua kemuliaanmu adalah karuniaNya, seperti tercantum dalam riwayat At Tirmidzi, “Maka Dia membaguskan adab-adabku.” Dan adab da’wahmu adalah kerendahan hati. Sebab kebenaran tak dapat disampaikan oleh insan yang merasa tinggi. Sebab orang benar yang angkuh, akan merusak rasa hormat semesta pada kehakikian itu sendiri.
“Dan berilah peringatan pada kaum kerabatmu yang terdekat. Dan rundukkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu dari orang-orang mukmin.” (QS Asy Syu’ara  [26]: 214-215)
Inilah engkau yang menjadi jalan hidayah bagi semesta, rahmat dan cahaya yang menerangi gelap hati, Allah menuntunmu untuk merundukkan diri. Sebab bagi hati yang merunduk tak ada lagi kerendahan tuk jatuh. Sebab dalam hati yang merunduk, terbuncah cinta yang utuh. Sebab atas hati yang merunduk, segala kepongahan akan takluk. Sebab pada hati yang merunduk, cinta manusia mengalir teruntuk. Sebab terhadap hati yang merunduk, semesta akan bertepuk.
Tapi segala ketundukan dan kekhusyukan hatimu hanyalah untuk mengundang cintaNya, bukan sorak-sorai manusia.
Maka izinkan kami belajar darimu wahai hati yang merunduk. Bahwa jika diri merasa besar, kami harus memeriksa hati. Mungkin ia sedang bengkak. Jika diri merasa suci, kami harus memeriksa jiwa. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani. Jika diri merasa tinggi, kami harus memeriksa batin. Mungkin ia sedang melayang kehilangan pijakan. Dan jika diri merasa wangi, kami harus memeriksa niat. Mungkin itu asap dari ‘amal shalih yang hangus dibakar riya’.
Shalawat dan salam bagimu duhai Nabi yang rendah hati; yang terpuji di langit dan bumi.
sepenuh cinta {termuat dalam UMMI, Juli}
salim a. fillah

Minggu, 12 Mei 2013

Ini Dia Bra Penampung ASI Karya Siswi SMA 6 Yogyakarta

Rachmadin Ismail - detikNews

 dok.pribadi
 
Jakarta - Siswi SMAN 6 Yogyakarta Devika Asmi Pandanwangi berhasil menyabet juara pertama lomba penemu muda Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonsia (LIPI) dengan karya 'bra penampung dan pensteril ASI'. Bagaimana bentuk inovasinya?

Devika juara I dalam ajang National Young Inventor Award (NYIA) yang digelar LIPI. Atas prestasinya, dia diganjar hadiah Rp 8 juta dan medali, serta tiket ke lomba sejenis tingkat ASEAN di Malaysia pada tahun 2013 mendatang.

Menurut juri, karya Devika unik, orisinil, dan bisa digunakan dengan mudah. Tak heran, banyak ibu-ibu yang berminat dengan hasil karyanya.

Lalu, darimana ide itu muncul? Menurut Devika, dia menciptakan alat tersebut untuk sang ibunda tercinta. Kala itu, ibunya kerap mengalami kebocoran ASI saat kerja. Alhasil, ASI ibunya terbuang percuma.

"Akhirnya saya buat bra itu. Pake cup, lalu di dalam bra dipakai selang, sama kantong plastik dan aluminium foil," ujar Devika saat berbincang lewat telepon, Jumat (28/9/2012).

Menurut Devika, ASI yang ditampung dalam aluminium foil itu steril dan bisa bertahan hingga 4 jam sebelum diberikan ke bayi. Jumlah ASI yang ditampung juga cukup banyak.

Berapa biaya pembuatannya? Devika memastikan tak keluar duit lebih dari Rp 200 ribu. Biaya termahal, menurut dia, untuk pembelian cup di dalam bra.

"Harga cup-nya Rp 100 ribuan," imbuhnya.

Saat dipamerkan di LIPI 25 September 2012 lalu, karya ini mendapat perhatian paling banyak dari kalangan ibu-ibu. Mereka penasaran, bahkan ada yang sudah memesan untuk memilikinya. Seorang pemodal pun sudah mengontak Devika untuk produksi massal.

"Namun masih banyak kekurangan. Penghubungnya bisa lebih bagus bahannya, atau kantong plastiknya bisa mencairkan ASI, aluminium foilnya dikecilkan. Nanti diperbaiki," jelasnya.

(mad/nwk)